Wednesday, November 14, 2007

Indonesian Linux Conference (ILC) 2007

Indonesian Linux Conference (ILC) 2007 akan di laksanakan di Jogja, selain seminar dan workshop yang menjadi rangkaian acara, acara utama yaitu KPLI Meeting di agendakan di hari minggu tanggal 18 Nopember 2007.

KPLI Meeting..??? apaan tuh…?

Ini adalah acara ketemuannya Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI), ini acara yang kedua, yang pertama dulu di Surabaya. Acaranya sich sharing, mengenai kegiatan KPLI di kota masing-masing.

Oh.. jadi rapat nich ceritanya..??? Rajin banget, hari minggu kok rapat, jauh-jauh ke Jogja lagi..

Ya iya lah… Malahan asyik kan rapatnya jauh, naik kereta, lagian akunya blum pernah ke Jogja, jadi dinikmati aja dech.. Asyiknya lagi ntar kan bisa nambah teman, dalam hidup ini kita harus selalu menjalin silahturahmi kan..??? Trus sapa tahu bisa TP - TP gitu… (baca:Tebar Pesona) hehehe… Asal…

Kenapa semangat ikut ke Jogja…???

Begini, aku tuh udah kadung cintaaaaaaa banget sama Linux, udah kadung keasyikan, udah kadung berminat, udah terlanjur sayang. So, acara ini insya Allah akan mendatangnya manfaat buat akunya. Yang jelas dengan ketemu dengan temen-temen pecinta Linux lainnya semoga akan mempertahankan semangat untuk mempelajari dan berbagi pengetahuan tentang Linux dengan yang pengen dibagi pengetahuan… mbulet.. :-D 
Karena semangat itu kadang bisa menyusut sedikit karena ada aja pihak-pihak yang suka berkomentar tidak menyenangkan, yang disangka nggak-nggak lah… wis pokoknya nyebelin dech… ( loh kok malah curhat.. :-) )

Rencananya rombongan dari KLAS yang datang ke Jogja ada 11 orang (kalau tidak ada perubahan). Kami mau berangkat dengan kereta api Sancaka hari sabtu pagi 17 Nopember 2007, jadwal keretanya sich jam 07:15.
So.. tunggu cerita sepulang dari Jogja yach….

Posted by Dhanie at 06:13:01 | Permalink | No Comments »

Tuesday, July 4, 2006

Orang Linux Gak Butuh Buku?

Ada pengalaman menarik, saat aku mengikuti pelatihan penulisan buku di kampusku, hari kamis, 11 Mei 2006 kemarin. Pelatihan penulisan buku tersebut kerjasama antara kampusku dan salah satu penerbit buku yang sudah menyandang nama besar dari Jogjakarta.
Acara dikemas dalam bentuk presentasi materi oleh pembicara dari penerbit buku tersebut, materinya meliputi:
1. Sekilas industri penerbitan
2. Bagaimana agar naskah anda menarik perhatian penerbit
3. Penyajian & bahasa buku ajar
4. Menulis itu gampang dan menyehatkan
5. Menulis dengan cepat
Apakah materinya menarik..??? Sangat..!!! :-)
Kemudian ada sesi tanya jawab, disini peserta bisa mengajukan pertanyaan seputar penulisan buku, buku seperti apa yang kira-kira memiliki peluang besar untuk diterbitkan dsb. Kemudian saat ada peserta yang bertanya, bagaimana minat penerbit tersebut dengan buku-buku tentang Linux? Jawabannya benar-benar membuatku tercengang.. :-)
Dia mengatakan kalau penerbit tempat dia bekerja tidak begitu tertarik untuk menerbitkan buku-buku Linux baru. Karena mereka sudah pernah menerbitkan beberapa buku tentang Linux tetapi menurut mereka penjualannya kurang bagus. Menurutnya, pengguna Linux di Indonesia terkesan sebagai komunitas underground yang sombong dan nggak ramah. Pengguna Linux biasanya nggak butuh buku, karena mereka selalu belajar dari HowTo. Ternyata pembicara tersebut juga punya pengalaman buruk waktu mencoba mengajukan pertanyaan tentang linux ke salah satu milis komunitas Linux.
“Bagaimana setting printer di Linux?”
Dari anggota milis tersebut tak ada yang memberikan jawaban, makanya dia berpendapat orang-orang Linux itu sombong. Apalagi kemudian dia membandingkan dengan milis pengguna Windows. Kalau dia mengajukan pertanyaan serupa (setting printer di windows maksud saya), pasti ada orang yang langsung memberi penjelasan dengan ramah, “bahkan ada lho buku yang memang ditulis khusus untuk membahas permasalahan tersebut” kata Bapak pembicara.
Sewaktu SD kita pernah mendapatkan pelajaran PMP, tentang hidup bermasyarakat. Kalau kita datang ke suatu masyarakat tertentu sebaiknya kita berbesar hati untuk mempelajari kebudayaan masyarakat tersebut barang sedikit. Supaya kita dapat diterima dengan baik.
So, sewaktu kita mau bertanya ke milis, sebaiknya kita mempelajari aturan-aturan di dalam milis tersebut.
Kenapa pertanyaan “Bagaimana cara setting printer di Linux?” tidak mendapatkan jawaban? Karena orang yang ingin menjawab harus balik bertanya dulu
1. “Printer apa yang anda pakai?”
2. “Anda memakai distro linux apa sekarang?”
Coba anda mengajukan pertanyaan
“Saya punya printer merk x tipe y, saya menginstal Linux Mandriva 2005, bagaimana cara setting printer agar bisa digunakan?”
Aku yakin, pasti mendapat tanggapan ;-)
Aku jadi bertanya-tanya, apa benar sich pengguna Linux tuh sudah cukup belajar dari HowTo, dan tidak membutuhkan buku?
Ada Linuxer yang mau ngasih comment?? Thanks..

ps: kalau anda ingin tahu etika bertanya di milis. coba anda buka buka link ini http://wiki.linux.or.id/Cara_bertanya_yang_baik

Posted by Dhanie at 13:14:01 | Permalink | Comments (1) »